Sunday, March 29, 2009

Thank You


Hari ini ada CCC Band yang lead Praise and Worship. Kita nyanyi lagu yang lama banget ga di nyanyiin... Inget ga lagu, "Thank You" aka "Hallelluyah's Song"?

I loved the bridge soo soo much.

"You mean everything to me
You're all this world will never be
Your name reigns in my heart
You're all that I depend on"

There was one Sunday morning during my 'backslide' days in 2005, even though I have not been praying and going to church for months, I can't get this song, especially the bridge, out of my mind. and I actually visualised my heart with Jesus' name in it. I made this 4 years ago...

The worship moment today was special, It was as if God is reminding me again that He reigns in my life. :)

Friday, March 27, 2009

Banyak Pikiran!

Swanie sedang banyak pikiran! Busyeeet deeeh… hahaha.

Begini nih pikiran itu:
Sekarang kan teman2 generasi seumuranku banyak yang sudah mulai dewasa. Ada yang sedang meniti karir, ada yang nerusin bisnis keluarga, ada yang jadi istri orang kaya, ada yang keliling dunia, ada yang punya usaha sendiri, ada juga yang hidup bebas, mau kerja boleh, ga kerja juga ga masalah.

Namun, tidak semua bekerja karena mereka memerlukan uang ato memang harus bekerja. Banyak yang masi bias hidup enak dan nyaman tanpa bekerja tao bersusah payah!

Dan at the same time, swanie juga mulai menyadari bahwa perbedaan status kita semakin kelihatan, makin obvious. Mana yang dari keluarga berada, mana yang dari keluarga biasa biasa saja. Mana yang dari keluarga yang kurang begitu beruntung.

Well, as for me, obviously aku bukan di perinkat anak yg datang dari keluarga yang kaya raya. Aku harus bekerja untuk hidupku. Kalo Swanie ga kerja, ga bisa tinggal di Singapore laaah! Hahaha.

Nah, di situ pikiran menggerutu swanie mulai keluar. Mulai banyak2 pertanyaan bermunculan.

1. Mengapa orang tua ku bukan orang kaya raya?
2. Mengapa mereka tidak bisa mengasilkan uang sebanyak orang tua nya si ini atau si itu?
3. Mengapa orang tua ku tak sepintar orang tuanya kawan2ku
4. mengapa orang tua ku tidak membelikan aku rumah seperti kebanyak teman2ku, padahal 2 anak2 nya sudah tinggal menetap disini?
5. Mengapa aku tidak bias hidup nyaman seperti kebanyakan teman2 ku?
Dan seterus nya…dan seterusnya….

Dan karena pikiran2 itu, swanie cenderung jadi sangat minder! bukannya aku anti social, tapi aku merasa sangat out of place. Merasa tidak layak, tidak pantas! Well, bukan salah siapa2 memang mungkin mereka memang tidak cocok dengan ku. Tidak sepenanggungan.

Kadang swanie juga suka mikir. Ko aku jahat banget ya? Tapi saat2 ini memang saat susah sekali untuk BERSYUKUR!

Entah apa yang terjadi dengan diriku ini. Susah rasanya untuk mencintain orang lain and melayani dengan hati hamba seperti dulu lagi. Mengapa ini? Mengapa?

OOOOH, how imperfect I am!

Wah, berat sekali entry hari ini.
Memang sungguh sedang banyak pikiran… hehehe…

Wednesday, March 25, 2009

Beauty is in the eyes of the beholder

Cuman pengen mengingat apa yang Ronaldi bilang padaku semalem.

“Indah itu tergantung bagaimana orang yang melihatnya. Kadang ada yang liat gunung, bilang gunung itu indah, ada juga yang bilang tidak indah. Kadang ada yang liat pohon, kagum sama pohon itu, ada juga yang ga tau apa bagus nya. Kadang kita melihat hidup kita, merasa hidup ini sangat tidak indah. Sangat cacat. Sangat tidak berharga.

Lalu kita mulai berkata, ‘Alangkah baik nya kalo kita punya ini. Alangkah baik nya kalo kita punya itu. Alangkah baik nya kalo kita bisa ini dan itu. Alangkah baiknya kalo hidupku tak ada orang ini, kalo aku kenal dengan orang itu’

Tapi semua tergantung cara kita memandang hidup kita. Melihat apa yang kita punya dan apa yang kita tidak punya. Ada yang bilang hidup sangat nyaman itu sangat indah, ada sebagian orang yang suka dengan bekerja keras.

Bagiku, hidupmu dan dirimu itu indah. Start seeing yourself that way! Beauty is in the eyes of the beholder.”

Mungkin bukan pertama kalinya aku mendengar kata kata seperti itu. Namun saat dia mengatakannya semalam, they brought me to tears. There are just the right words to hear when my ‘mengerutu’ mode is on.

Hehehe.

Sunday, March 15, 2009

Cotton Candy



I remember vaguely the first time my parents brought me to watch night circus in my hometown 20 years ago. (haha. felt so oold. yeah its really long long time ago) I saw a man with a round bowl shaped machine that moves in circle with lots of pink cotton inside it. Beside him, there is a table with lots of those pink stuff that resembles clouds in a clear plastic bag. Attracted by its colour, I asked my dad to buy those for me. It turns out that the pink stuff is tastes very sweet, and it melts in my mouth.

a few weeks ago, i saw that round machine again in town. without hesitation, i asked for one. hihihi. made me so happy :):):)