Wednesday, March 25, 2009

Beauty is in the eyes of the beholder

Cuman pengen mengingat apa yang Ronaldi bilang padaku semalem.

“Indah itu tergantung bagaimana orang yang melihatnya. Kadang ada yang liat gunung, bilang gunung itu indah, ada juga yang bilang tidak indah. Kadang ada yang liat pohon, kagum sama pohon itu, ada juga yang ga tau apa bagus nya. Kadang kita melihat hidup kita, merasa hidup ini sangat tidak indah. Sangat cacat. Sangat tidak berharga.

Lalu kita mulai berkata, ‘Alangkah baik nya kalo kita punya ini. Alangkah baik nya kalo kita punya itu. Alangkah baik nya kalo kita bisa ini dan itu. Alangkah baiknya kalo hidupku tak ada orang ini, kalo aku kenal dengan orang itu’

Tapi semua tergantung cara kita memandang hidup kita. Melihat apa yang kita punya dan apa yang kita tidak punya. Ada yang bilang hidup sangat nyaman itu sangat indah, ada sebagian orang yang suka dengan bekerja keras.

Bagiku, hidupmu dan dirimu itu indah. Start seeing yourself that way! Beauty is in the eyes of the beholder.”

Mungkin bukan pertama kalinya aku mendengar kata kata seperti itu. Namun saat dia mengatakannya semalam, they brought me to tears. There are just the right words to hear when my ‘mengerutu’ mode is on.

Hehehe.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home